Aksi Nyata Teknik Sipil Universitas Adzkia: Mitigasi Banjir di Batang Tapakih Melalui Penanaman 100 Pohon
Padang Pariaman, 24 Januari 2026 – Program Studi Teknik Sipil Universitas Adzkia sukses menyelenggarakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (Abdimas) bertajuk "Teknik Sipil Peduli" di Sempadan Sungai Batang Tapakih, Sabtu (24/01). Kegiatan ini merupakan respon nyata akademisi terhadap pemulihan kawasan pascabencana hidrometeorologi. Kegiatan ini disambut hangat oleh PLT Wali Nagari Batang Tapakih, Bapak Ad Kusnandar, SE. Dalam sambutannya, beliau menyatakan dukungan penuh terhadap inisiatif yang dilakukan oleh civitas akademika Universitas Adzkia. “Kami menyambut baik dan mendukung sepenuhnya kegiatan Abdimas ini. Masyarakat kami menyampaikan bahwa sebelumnya belum pernah ada kegiatan pengabdian masyarakat yang menyentuh langsung lokasi ini. Kami sangat mengapresiasi kepedulian Teknik Sipil Adzkia terhadap keamanan lingkungan kami,” tutur Ad Kusnandar. Sebanyak 21 mahasiswa Teknik Sipil terlibat langsung dengan antusiasme luar biasa. Tidak hanya menanam, para mahasiswa juga melakukan observasi lapangan untuk melihat dampak nyata banjir bandang yang terjadi sebelumnya. Mereka menyaksikan langsung putusnya salah satu jembatan krusial yang menghubungkan dua wilayah di nagari tersebut, serta melihat bekas ketinggian air di pemukiman warga yang mencapai pinggang orang dewasa. Ketua Program Studi Teknik Sipil Universitas Adzkia, Ibu Dyla Midya Okta, ST., MT., berharap aksi tanam pohon ini menjadi pintu pembuka untuk kolaborasi jangka panjang. “Kami berharap kegiatan hari ini memiliki keberlanjutan. Kedepannya, semoga kami dapat kembali memberikan kontribusi melalui kajian teknis yang lebih mendalam, baik dari aspek ilmu Sumber Daya Air terkait gerusan sungai, aspek Geoteknik, maupun kekuatan Struktur. Ini adalah bagian dari tanggung jawab kami sebagai akademisi untuk membantu mencarikan solusi teknis bagi masyarakat,” ungkap Dyla. Aksi penanaman 100 bibit jengkol dan petai ini dipilih karena kekuatan akarnya dalam menjaga stabilitas lereng sungai sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi warga. Acara ditutup dengan sesi ramah tamah, menandai semangat gotong royong yang kuat antara pihak kampus dan warga Batang Tapakih dalam memitigasi bencana di masa depan.