Admin Adzkia dibaca 500 kali

BEM Universitas Adzkia Gelar Simposium Pendidikan Sumatera Barat Bahas Transformasi Pendidikan Menuju Generasi Emas 2045

Padang, 6 Maret 2026 — Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Adzkia menyelenggarakan kegiatan Simposium Pendidikan Sumatera Barat dengan mengangkat isu “Gelap Gulita Pendidikan Indonesia” yang mengusung tema Transformasi Pendidikan Sumatera Barat Menuju Generasi Emas 2045. Kegiatan ini dilaksanakan di Adzkia Convention Center, Kota Padang, pada Kamis, 5 Maret 2026 pukul 13.00 WIB hingga 16.00 WIB.

Simposium tersebut dihadiri oleh berbagai stakeholder pendidikan di Sumatera Barat, aktivis mahasiswa, serta perwakilan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi yang hadir untuk berdialog dan menyampaikan aspirasi terkait kondisi pendidikan saat ini.

Kegiatan ini menghadirkan sejumlah tokoh dan narasumber penting di bidang pendidikan dan kebijakan publik, di antaranya Prof. Dr. Irwan Prayitno, M.Sc sebagai Tokoh Pendidikan Nasional serta Rektor Universitas Adzkia, Arry Yuswandi, SKM., M.KM selaku Sekda Provinsi Sumatera Barat, Dr. Alfroki Martha, M.Pd dari Dewan Pendidikan Sumatera Barat, serta Sri Kumala Dewi, S.Pd.I dari Komisi V DPRD Provinsi Sumatera Barat.

Selain itu, simposium juga menghadirkan Muzammil Ihsan selaku Koordinator Pusat BEM SI dan Iranto sebagai Koordinator Isu Pendidikan BEM SI yang menyampaikan berbagai persoalan pendidikan yang masih terjadi di berbagai daerah.

Ketua pelaksana kegiatan, Haikal Fatwa Ramansyah, menjelaskan bahwa simposium ini merupakan ruang dialog untuk merumuskan gagasan mahasiswa mengenai persoalan pendidikan yang terjadi saat ini.

“Simposium ini menjadi ruang bagi mahasiswa dan para pemangku kebijakan untuk menyampaikan aspirasi serta merumuskan gagasan yang nantinya akan menjadi bahan kajian dalam aksi nasional pada Hari Pendidikan Nasional tanggal 2 Mei,” ujarnya.

Dalam forum tersebut, Muzammil Ihsan menyampaikan bahwa pendidikan di Sumatera Barat masih menghadapi berbagai persoalan mendasar, mulai dari ketimpangan akses pendidikan hingga kualitas pendidikan yang belum merata di berbagai jenjang.

Sementara itu, Putra Al Kahfi Harahap, Presiden Mahasiswa UPI YPTK Padang, turut menyoroti kondisi sarana dan prasarana pendidikan di beberapa daerah yang masih memprihatinkan.

“Di beberapa daerah masih ditemukan sekolah yang tidak memiliki sarana belajar yang memadai, bahkan meja dan bangku yang layak untuk kegiatan belajar mengajar,” ungkapnya.

Melihat kondisi tersebut, berbagai pihak berharap pemerintah dapat kembali menempatkan sektor pendidikan sebagai prioritas utama dalam kebijakan pembangunan nasional.

Ego Prayogo dari Korsu Dikti menyampaikan harapannya agar anggaran pendidikan dapat kembali diprioritaskan, terutama untuk meningkatkan kesejahteraan guru honorer, dosen, dan tenaga pendidik.

Melalui kegiatan ini, diharapkan lahir berbagai gagasan dan rekomendasi strategis untuk mendorong transformasi pendidikan yang lebih adil, merata, dan berkualitas di Sumatera Barat menuju Generasi Emas 2045.

Developed by Smart Campus Copyright © 2024 Universitas Adzkia